Analisis Strategi Pembelajaran Soft Skill berbasis Media Sosial: Studi Kasus Perguruan Tinggi

Isi Artikel Utama

Silmi Rizqi Ramadhani
Amalia Rahmah

Abstrak

Di lingkungan perguruan tinggi, proses pembelajaran yang terjadi terdiri dari dua cara. Pertama, pembelajaran yang menggunakan hard skill, yakni lebih menekankan pada pembangunan intelektual yang langsung pada permasalahan. Kedua, pembelajaran soft skill. Kurangnya pendidikan soft skill pada mahasiswa menyebabkan mereka hanya pandai menghafal pelajaran dan sudah merasa sukses dengan mempunyai keterampilan. Bukan berarti hard skill tidak di butuhkan oleh mahasiswa, tetapi keduanya harus berjalan bersamaan. Pada pendidikan soft skill untuk mahasiswa, biasanya diajarkan melalui tatap muka langsung dengan pengajar di perguruan tinggi. Melihat data hasil survei WeAreSocial.net dan Hootsuite per Januari 2018 yang menyebutkan bahwa Indonesia sebagai pengguna aktif Instagram dan Twitter terbesar di dunia, Penggunaan media sosial Instagram sebagai metode pembelajaran dapat dikatakan sebagai peluang bahwa media sosial juga dapat digunakan untuk pendidikan soft skill terutama pendidikan soft skill informal contohnya pembentukan karakter. Penelitian ini mengevaluasi pendidikan soft skill saat ini dengan menggunakan rumus skala likert. Lalu dari hasil evaluasi tersebut di dapat sebuah rekomendasi strategi pendidikan soft skill untuk mahasiswa menggunakan media sosial.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Ramadhani, S. R., & Rahmah, A. (2021). Analisis Strategi Pembelajaran Soft Skill berbasis Media Sosial: Studi Kasus Perguruan Tinggi. Jurnal Informatika Terpadu, 7(1), 39-46. https://doi.org/10.54914/jit.v7i1.344
Bagian
Artikel

Referensi

Elfindri, “Soft Skill untuk Pendidik,” Jakarta: Baduose Media, 2011.

I. Sailah, “Pengembangan Soft Skills di Perguruan Tinggi,” Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2008.

Sartika, “No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title,” no. 434, hal. 1–10, 2010.

B. A. B. Ii dan A. P. S. Skill, “17 BAB II KAJIAN TEORITIK A. Pendidikan,” hal. 17–59, 2006.

A. S. Cahyono, “Pengaruh Media Sosial terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Indonesia,” J. ilmu Sos. ilmu Polit. diterbitkan oleh Fak. Ilmu Sos. Polit. Univ. Tulungagung, vol. 9, no. 1, hal. 140–157, 2016, [Daring]. Tersedia pada: http://www.jurnal- unita.org/index.php/publiciana/article/download/79/ 73.

Hardyansyah, “Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia terhadap Kualitas Laporan Keuangan,” Skripsi, hal. 63, 2010.

C. Riyana, A. Pendahuluan, M. A. S. Sadiman, dan K. Pembelajaran, “Komponen-komponen,” hal. 1–63.

D. Rosana, Jumadi, dan Pujianto, “Pengembangan Soft Skills Mahasiswa Program Kelas Internasional melalui Pembelajaran berbasis Konteks untuk meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Mekanika,” J. Pendidik. IPA Indones., vol. 3, no. 1, hal. 12–21, 2014, doi: 10.15294/jpii.v3i1.2896.

T. M. Scale, “LIKERT (The Measurement Scale and The Number of Responses in Likert Scale),” vol. 2, no. 2, hal. 127–133, 2013.

Sugiyono, “Metode Penelitian Bisnis,” Bandung: Penerbit Alfabeta, 2013.

A. P. Soares, “済無No Title No Title,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, hal. 1689–1699, 2013.